Gejala Cedera Hamstring

“dilansir dari laman Alodokter” bahwasanya terdapat tiga otot besar yang berfungsi menghubungkan otot dan tulang adalah maksud dari Hamstring itu sendiri, terletak di belakang paha, memanjang dari pinggul hingga bagian bawah lutut. Penyebab utama cedera ini adalah karena otot hamstring meregang melebihi batasnya saat melakukan aktivitas tertentu, seperti berlari atau melompat. Hamstring tidak terlalu digunakan saat berdiri atau berjalan, namun akan sangat aktif ketika melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan menekuk lutut, seperti memanjat, melompat, dan berlari. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko cedera hamstring itu sendiri diantaranya adalah:

  1. Kelenturan otot yang buruk. Kondisi ini membuat otot tidak bisa menahan beban atau tekanan saat melakukan aktivitas.
  2. Riwayat cedera hamstring. Seseorang yang pernah cedera hamstring lebih berisiko untuk mengalaminya lagi. Hal ini sangat rentan sekali untuk dapat terulang karena faktor dari cedera yang tidak memungkinkan dapat kuat kembali sehingga bisa bertahan atau terhindar dari cedera berikutnya.
  3. Perkembangan otot yang tidak seimbang. Beberapa ahli berpendapat bahwa cedera hamstring rentan terjadi jika otot paha bagian depan (quadriceps) lebih kuat daripada otot hamstring. Maka, keseimbangan sangat dibutuhkan dalam perkembangan otot tersebut supaya cedera tidak mudah dialami oleh banyak orang.
  4. Olahraga. Aktivitas olahraga, seperti berlari, berisiko menyebabkan cedera hamstring. Maka disarankan apalagi untuk kalian pecinta olahraga, untuk melakukan aktofitas olahraga sekedarnya saja, jangan sampai terlalu berlebihan dan membuat salah satu anggota tubuh menjadi cedera bukan malah membuat tubuh semakin sehat dengan olahraga yang dilakukan tersebut.

Cedera hamstring disebabkan oleh otot-otot pada bagian belakang paha yang tertarik melebihi kemampuannya. Hal ini dapat sangat mudah terjadi apabila seseorang melakukan gerakan mendadak seperti lari cepat, melompat, atau menerjang secara tiba-tiba. Selain itu, cedera hamstring dapat juga terjadi ketika seseorang melakukan gerakan pelan tapi menarik otot belakang paha secara berlebihan. Jika seseorang pernah mengidap cedera hamstring, ia punya risiko lebih besar untuk terkena cedera yang sama. Berikut kenali gejala cedera hamstring agar kamu dapat mengetahui dan segera melakukan pengobatan bila itu terjadi pada dirimu. Akan tetapi gejala disini tergantung pada tingkat parahnya sipenderita.

  • Tingkat 1: Anda mungkin merasakan nyeri ringan pada bagian belakang paha atau kesulitan menggerakan kaki.
  • Tingkat 2: Anda akan merasakan rasa sakit yang lebih berat, bagian belakang paha bengkak dan memar pada kasus tertentu.
  • Tingkat 3: Anda merasakan rasa sakit yang ekstrem dengan bengkak dan memar, serta kaki tidak dapat digunakan, semua itu adalah salah satu gejala cedera hamstring itu sendiri.[1]

Ketika seseorang mengidap cedera hamstring tersebut dan telah mengetahu gejala cedera hamstring maka saran terbaik tidak diharuskan untuk kembali melakukan aktivitas berat hingga otot dapat dipastikan pulih kembali. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dtempuh untuk menangani cedera hamstring yaitu:

  • Menggunakan tongkat penyangga agar kaki yang cedera tidak menopang bobot tubuh seluruhnya.
  • Pembedahan untuk melekatkan kembali otot-otot hamstring tertarik sepenuhnya dari tulang panggul atau tulang kering. Pembedahan juga bisa menangani otot yang robek cukup parah.
  • Terapi fisik, dengan melakukan latihan yang didesain untuk meningkatkan fleksibilitas serta menguatkan otot-otot hamstring.
  • Kompres dengan es batu, lakukan beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.
  • Konsumsi obat-obatan, untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Misalnya ibuprofen atau acetaminophen.
  • Membalut dan mengangkat kaki yang cedera untuk meminimalisir pembengkakan.

[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *